Kerangka pikir proposal adalah struktur atau outline yang berisi rencana atau panduan tentang isi dan struktur sebuah proposal. Kerangka pikir ini berfungsi sebagai panduan bagi penulis proposal untuk menyusun proposal secara sistematis dan logis.

Kerangka pikir proposal berisi rangkaian bab atau sub-bab yang akan dijelaskan dalam proposal, serta urutan penyajian setiap bab atau sub-bab tersebut. Hal-hal yang biasanya terdapat dalam kerangka pikir proposal antara lain pendahuluan, latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan saran.

Dalam penyusunan kerangka pikir proposal, perlu diperhatikan beberapa hal seperti memastikan kesesuaian antara tujuan proposal dengan isi yang akan dibahas, merancang penulisan proposal yang sistematis dan logis, serta memperhatikan aspek-aspek penting yang harus dicantumkan dalam proposal. Dengan adanya kerangka pikir proposal yang baik dan jelas, penulis dapat menyusun proposal dengan lebih mudah dan sistematis, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran.

Contoh kerangka pikir proposal
Sumber: Unsplash.com


Berikut adalah contoh kerangka pikir proposal:

  • Latar belakang masalah
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian

II. Tinjauan Pustaka

  • Teori yang mendukung masalah yang akan dibahas
  • Studi kasus terkait
  • Jenis penelitian yang digunakan
  • Populasi dan sampel penelitian
  • Teknik pengumpulan data
  • Teknik analisis data

IV. Hasil Penelitian

  • Analisis data
  • Temuan penelitian

V. Pembahasan

  • Penafsiran hasil penelitian
  • Diskusi hasil penelitian dengan teori dan studi kasus terkait

VI. Kesimpulan dan Saran

  • Kesimpulan dari penelitian
  • Saran untuk penelitian selanjutnya

Cara membuat kerangka pikir proposal
Sumber: Unsplash.com


Berikut ini adalah cara membuat kerangka pikir proposal, yakni:

  1. Tentukan tujuan proposal yang ingin disusun.
  2. Buat daftar topik atau subtopik yang akan dibahas dalam proposal.
  3. Organisasikan topik atau subtopik tersebut menjadi beberapa bagian utama dan sub-bagian.
  4. Atur topik atau subtopik tersebut sesuai dengan urutan logis dan kronologis.
  5. Ubah topik atau subtopik menjadi kalimat lengkap dan jelas yang akan menjadi judul masing-masing bab atau sub-bab dalam proposal.
  6. Pastikan bahwa semua topik atau subtopik yang dibahas terkait dengan masalah yang ingin dipecahkan.
  7. Periksa kembali kerangka pikir proposal untuk memastikan bahwa semua topik atau subtopik dibahas secara lengkap dan logis.