Karomah Syekh Farazdaq yang Dipotong Lidahnya, Berkat Sholawat Lidahnya Bisa Kembali Lagi

"Syekh Farazdaq meupakan seorang ulama dari dinasti Umayyah yang sangat mencintai Rasulnya, bahkan setelah lidahnya dipotong."

Life | 01 February 2023, 14:30
Karomah Syekh Farazdaq yang Dipotong Lidahnya, Berkat Sholawat Lidahnya Bisa Kembali Lagi

Dalam kitab Kifayatul Atqiya' wa Minhajul Ashfiya', Sayyid Abu Bakar Syatha memberikan nasihat tentang kemuliaan, keutamaan dan keistimewaan dari membaca shalawat. Beliau berkata, "wahai saudaraku, perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw yang mulia. Karena sesungguhnya shalawat yang kita baca kepada Nabi Muhammad Saw dapat menghapus dosa besar, memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, menyelamatkan kita dari siksa neraka dan mengantarkan kita mendapatkan kenikmatan surga yang abadi."

Syekh Farazdaq yang Gemar Bersholawat

Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah dari bani Attamimi atau yang dikenal dengan Syekh Farazdaq merupakan salah seorang penyair ulung dan terkenal pada zaman dinasti Umayah. Karya dan syairnya sangat banyak, terkenal dan fenomenal, di antara karya-karyanya terkodifikasi dalam diwannya, yaitu Diwan al-Farazdaq. Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah dari bani Attamimi.
Daun.id

istimewa

Julukan Farazdaq memang bukanlah nama aslinya, Farazdaq adalah julukan yang diberikan oleh orang-orang kepadanya karena ketebalan wajahnya. Farazdaq ini adalah sosok penyair besar dan hebat, dia juga memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu bahasa. 

Syekh Farazdaq yang Dipotong Lidahnya

Syekh Farazdaq adalah ulama yang gemar bersholawat. Beliau dikenal selalu asyik memuji Rasulullah SAW dan juga rutin melakukan ibadah haji setiap tahunnya. Pada satu waktu, ketika Syekh Farazdaq melakukan ibadah haji, kemudian beliau berziarah ke makam Rasulullah SAW dan membaca qasidah. Ketika membaca qasidah, ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya.

Setelah selesai membaca qasidah, orang itu menemui Syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya. Beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah, sampailah mereka di rumah yang dituju.

Sampai di dalam rumah, orang tersebut tiba-tiba memegangi Syaikh Farazdaq dan berkata, “Sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji-muji Muhammad, dan kubawa engkau ke sini untuk ku gunting lidahmu!” 

Maka orang itu menarik lidah beliau lalu memotongany dengan berkata, “Ambillah potongan lidahmu ini dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad!”

Syaikh Farazdaq pun kemudian menangis karena rasa sakit juga sedih karena tidak bisa lagi membaca syair untuk Sayyidina Rasulullah SAW. Pasca kejadian itu, Syekh Farazdaq kemudian datang ke makam Rasulullah SAW seraya berdoa:

“Ya Allah, jika penghuni makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya, maka biarkan aku tidak lagi boleh berkata-kata seumur hidupku, karena aku tidak memerlukan lidah ini kecuali hanya untuk memuji-Mu dan memuji Nabi-Mu. Namun jika Engkau dan Nabi-Mu ridho, maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula.”

Beliau menangis terus-meneruskan hingga akhirnya tertidur. Ketika tidur, beliau bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW berkata, “Aku suka mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu.”

Lalu Rasulullah mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada tempatnya semula. Ketika Syekh Farazdaq terbangun dari tidurnya, beliau telah mendapati lidahnya telah kembali seperti semula, maka beliau pun bertambah semangat dan dahsyat memuji Rasulullah SAW.

Azab Allah SWT Turun Kepada Pembenci Rasulullah SAW

Di tahun selanjutnya datang lagi menziarahi Rasulullah SAW dan kembali membaca pujian-pujian untuknya. Dan disaat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau, dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya.Seketika itu, Syekh Farazdaq teringat kejadian tahun lalu namun beliau tetap mengikuti ajakan pemuda itu.
Daun.id

pexels.com

Setelah sampai di rumah anak muda itu, beliau mendapati bahwa rumah itu adalah rumah yang sama ketika lidah beliau dipotong. Anak muda itu pun  meminta Syekh Farazdaq untuk masuk. Beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi yang di dalamnya ada seekor kera yang besar dan kelihatan sangat ganas. 

Anak muda itu berkata, "Engkau lihat kera besar yang ada di dalam kandang itu? Dia itu adalah ayahku yang dahulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah SWT mengubahnya menjadi seekor kera."

Anak muda itu menambahkan, "Jika ayahku tidak boleh sembuh, maka lebih baik Allah matikan saja."

Kemudian Syekh Farazdaq berdoa, "Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya."

Dan seketika itu pun Allah SWT mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud manusianya.

(m. taufik naufal/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan kamu akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang baik dan saling pengertian akan menjadi kunci untuk menjaga hubunganmu tetap harmonis. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu kepada pasanganmu.



Gemini Selengkapnya