Kisah Unik Kopyah KH As'ad Syamsul Arifin yang Tak Mempan Dibom

"Jasanya sungguh besar"

Life | 03 February 2023, 15:50
Kisah Unik Kopyah KH As'ad Syamsul Arifin yang Tak Mempan Dibom

Beridirinya Indonesia sebagai sebuah negara yang merdeka,tidak bisa lepas dari peran para pejuang kemerdekaan tanah air yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali peran para ulama dan kiai di tanah air dalam perang kemerdekaan.

Salah satu Kiai yang mempunyai peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan ialah KH. As'ad Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Kiai As'ad. Beliau adalah salah satu tokoh penting di balik merdekanya Indonesia.

Selain itu, Kiai As'ad juga salah satu sosok yang tanpa tak langsung juga mempunyai peran penting dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU).  Ia adalah penyampai pesan isyarat berupa tongkat disertai ayat Al Qur'an dari Syaikhona Kholil kepada KH. Hasyim Asy'ari, yang merupakan cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.

Daun.id

Kiai As'ad / Sumber: nu.online

Kiai As'ad menjadi pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Situbondo, Jawa Timur. Kiai As'ad adalah anak pertama dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maimunah, keduanya berasal dari Pamekasan, Madura.

Ia dilahirkan di perkampungan Syi'ib Ali, dekat Masjidil Haram, Mekah, ketika kedua orang tuanya menunaikan ibadah haji dan bermukim di sana untuk memperdalam ilmu-ilmu keislaman. Sampai kini, kisah perjuangan Kiai As'ad pun tidak cukup banyak diketahui.

Ada kisah menarik kisah Kiai As'ad saar perang melawan penjajah yang mungkin selama ini masih jarang diungkap.

1. Diutus Kiai Cholil Bangkalan Memberikan Tongkat kepada KH. Hasyim Asyari

Karena Kiai As'ad mempunyai banyak guru saat di pesantren, ia pun pernanh diutus oleh Kiai Cholil Bangkalan. Dikisahkan saat itu tahun 1924, Syaikhona Kholil mengutus Kiai As'ad yang saat itu berumur 27 tahun untuk mengantarkan sebuah tongkat ke Kiai Hasyim Asy'ari, Tebuireng, Jombang dan menghafalkan Surat Thaha ayat 17-23 untuk dibacakan di hadapan Kiai Hasyim.

Tak menunggu lama, berangkatlah Kiai As'ad dengan mengayuh sepeda, Kiai As'ad telah dibekali uang oleh Syaikhona Kholil untuk di perjalanan, namun ia justru berpuasa selama di perjalanan.

Daun.id

Kiai As'ad Berceramah / Sumber: Youtube Subhan Hadi

Seperti dilansir dari kemenag.go.id, kemudian setibanya di Tebuireng, Kiai As’ad menghadap Kiai Hasyim Asy'ari dan menyerahkan tongkat itu. Kiai Hasyim bertanya “Apakah ada pesan dari Syaikhona?” Lalu Kiai As’ad membaca Surat Thaha ayat 17-23.

2. Kopyah Kiai As'ad Berhasil Mengelabuhi Penjajah Belanda

Dalam tulisan Abdul Mun’im Dz dijelaskan bahwa saat itu agresi militer sekutu kembali datang di Indonesia. Kali ini mereka sudah menyiapkan titik-titik strategis untuk diserang.

Mengingat bahwa Indonesia memiliki kiai-kiai sakti yang menjadi penghalang lajunya kolonialisasi. Salah satu titiknya adalah daerah tapal kuda Situbondo dan targetnya yakni pesantren asuhan KH As’ad Syamsul Arifin.

Daun.id

Ilustrasi / Sumber: nu.online


Saat itu pesawat Belanda mencari letak pesantren asuhan Kiai As’ad. Kiai As’ad menyembunyikan keberadaan pesantrennya dengan wasilah menaruh songkok di pelataran halaman pesantren serta menyuruh santrinya untuk memagari pesantren dengan benang.

Songkok dan benang tersebut sebelumnya telah dibacakan hizib oleh Kiai As’ad yang mendengar kabar kembalinya sekutu ke Indonesia.

Siapa sangka, rupanya pesawat Belanda tidak menemukan keberadaan pesantren Kiai As’ad dan tank-tank Belanda tidak bisa mendeteksi keberadaan pesantren tersebut.

3. Kopyah Kiai As'ad Tak Mempan Dibom

Masih menurut catatan Abdul Mun'im Dz seperti dilansir dari jatim.nu.or.id, setelah berhasil mengelabuhi tentara Belanda. Suatu ketika Kiai As’ad menyuruh seorang santri untuk meletakkan songkok / kopyah itu di tengah hutan.

Santri tersebut lantas membawa songkok dan meletakannya di tengah hutan sesuai perintah. Saat pesawat tempur Belanda kembali melacak keberadaan pesantren, akhirnya mereka menemukan bangunan pesantren besar di tengah hutan tersebut.

 
Walhasil, mereka membombardir pesantren tersebut sampai rata dengan tanah. Keesokan harinya, Kiai As’ad memerintah santri itu untuk mengambil songkok yang diletakkan sebelumnya di hutan.

Sesampainya di tengah hutan, santri tersebut kaget bukan kepalang menemukan tengah hutan yang hancur lebur akibat dibom.

Daun.id

Kiai As'ad / Sumber: wikped

Kagetnya bertambah saat menemukan kopyah / songkok Kiai As’ad masih utuh tanpa penyok atau rusak sedikit pun.

(abdul mufid/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru

JADWAL SHOLAT HARI INI

MINGGU, 19 MEI 2024 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 11:51
ASHAR 15:13 MAGHRIB 17:46 ISYA 18:59  

Zodiak Taurus Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan Taurus akan mengalami keharmonisan dan kedamaian. Anda dan pasangan akan saling mendukung dan memahami satu sama lain. Namun, tetaplah berkomunikasi dengan jujur dan terbuka untuk menjaga hubungan tetap harmonis.



Taurus Selengkapnya