Makanan Lebaran: Apakah Tradisi Ini Memuliakan Tamu?

"Apakah tradisi menyiapkan makanan saat lebaran memuliakan tamu? Simak penjelasannya di artikel ini."

Life | 16 April 2024, 05:21
Makanan Lebaran: Apakah Tradisi Ini Memuliakan Tamu?

Selain tradisi bermaaf-maafan di pagi harinya setelah melaksanakan Sholat Idul Fitri, tampak juga tradisi menyiapkan makanan saat lebaran. Banyak makanan yang dipersiapkan, mulai dari makanan siap saji di meja hingga makanan khas lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan lain sebagainya.

Tradisi ini sudah biasa dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia. Selain sebagai pengejawantahan rasa syukur kepada Allah SWT, tradisi ini juga dilakukan untuk memuliakan tamu yang berkunjung ke rumah kita.

Namun, apakah tradisi menyiapkan makanan ini benar-benar mengandung unsur menghormati tamu sebagaimana perintah agama Islam?

Bagian dari Memuliakan Tamu

Pada momen Hari Raya Idul Fitri, umat muslim sering menggunakan kesempatan ini untuk menyambung tali silaturahmi. Mereka mengunjungi sanak keluarga dan kerabat untuk melepas rindu, bermaaf-maafan, dan berkumpul bersama.

Pada momen ini, kebiasaan masyarakat muslim di Indonesia adalah memberikan suguhan terbaik untuk tamu-tamunya, sesuai dengan perintah Rasulullah saw. untuk selalu memuliakan tamu, siapa pun dan dari mana pun tamu itu berasal. Hal ini merupakan cerminan keimanan seseorang.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya." Bahkan jika Rasulullah saw. kedatangan tamu sedangkan ia hanya memiliki sedikit makanan untuk keluarganya saja, ia tetap memprioritaskan tamunya sebagai bentuk penghormatan.

Karakteristik Orang Beriman Ialah Memuliakan Tamu

Salah satu karakteristik penting dalam masyarakat Islam yang terbuka adalah memuliakan tamu. Memuliakan tamu merupakan cermin penghargaan Islam terhadap hak-hak individu dan sosial. Rasulullah SAW memberi justifikasi, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamu." Hadis ini menunjukkan adanya kaitan antara iman seseorang dengan memuliakan tamu.

Memuliakan tamu juga memiliki efek positif bagi kehidupan akhirat. Islam memandang tamu tidak hanya sebagai entitas penting dalam membangun kehidupan manusia di dunia, tetapi juga sebagai ukuran keimanan seseorang.

Tamu dan didatangi tamu adalah simbol kerja sama. Ada praktik tukar-menukar informasi, kepentingan, dan kebutuhan di dalamnya. Bagi Imam al-Ghazali, manusia diciptakan sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Manusia adalah makhluk berkelompok.


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, Gemini akan mengalami perubahan yang signifikan dalam percintaan. Bagi yang sudah berpasangan, hubungan mungkin akan mengalami tantangan dan perlu komunikasi yang lebih baik. Bagi yang masih single, ada kemungkinan untuk bertemu seseorang yang menarik dan berpotensi menjadi pasangan yang serius.



Gemini Selengkapnya