Rukun Bacaan Sholat dari Takbir hingga Salam Teks Arab, Latin dan Artinya

"Berikut adalah bacaan rukun sholat dari takbir hingga salam lengkap, teks Arab, Latin dan artinya."

Life | 20 December 2022, 11:20
Rukun Bacaan Sholat dari Takbir hingga Salam Teks Arab, Latin dan Artinya

Sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang beriman. Sholat merupakan rukun Islam kedua setelah bersyahadat. Menurut buku Fiqh Sholat Terlengkap yang ditulis Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, rukun sholat ialah perkara dalam kegiatan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan. Bila rukun sholat tidak atau sengaja ditinggalkan maka sholat fardhunya dianggap tidak sah.

Rukun sholat adalah sesuatu yang harus kita kerjakan ketika sholat. Apabila rukun sholat tertinggal, maka sholatnya tidak sah. Dalam Mazhab Syafi'i rukun salat itu ada 13. Ada juga yang mengatakan 14 dan 17. Sebenarnya semua angka ini sama saja karena perbedaannya hanya seputar perbedaan cara menghitungnya saja. Isinya tetap sama.
Daun.id

unplash.com

Rukun Bacaan Sholat dari Takbir hingga Salam


1. Niat Sholat
Dalam melaksanakan sholat wajib 5 waktu, tiap sholat memiliki niat dan waktu yang berbeda-beda.  Berikut ini adalah niat sholat 5 waktu lengkap teks arab, latin dan artinya:

Sholat Isya أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى Ushallii fardhal Isyaa’i arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa. Artinya: Niat diatas memiliki arti sebagai berikut, sholat fardhu Isya’ sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala. Sholat Subuh أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lillaahi ta’aalaa. Artinya: Niat diatas memiliki arti sebagai berikut, saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu subuh sebanyak dua raka’at dengan menghdapat kiblat, (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala. Sholat Dzuhur اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى Ushallii fardhazh-Zhuhri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa Artinya: Niat diatas memiliki arti sebagai berikut, saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Dzuhur sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat, (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala. Sholat Ashar أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى Ushallii fardhal ‘Ashri arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa. Artinya: Niat diatas memiliki arti sebagai berikut, saya (berniat) sholat fardhu Ashar sebanyak empat raka’at dengan menghadap kiblat (sebagau makmum/imamkarena Allah Ta’ala. Sholat Magrib أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لله تَعَالَى Ushallii fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati (adaaan) [makmuuman / imaaman] lilaahi ta’aalaa. Artinya: Niat diatas memiliki arti sebagai berikut, saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Magrhib sebanyak tiga raka’at dengan menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala.


2. Takbiratul Ihram
Posisi takbiratul ihram dimulai dengan berdiri, menghadap kiblat, sambil mengucapkan takbir. Namun dalam kondisi tertentu diperbolehkan untuk sholat sambil duduk bahkan berbaring.

Bacaan takbir:

اللهُ أكْبَرُ

"Allahu Akbar."

Artinya: Allah Maha Besar

3. Berdiri jika mampu
Rukun sholat yang kedua ini dilakukan yang mampu sesuai pendapat dari Syekh Wahbah. Pendapat ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhari,

كانتْ بي بَواسيرُ ، فسأَلتُ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنِ الصلاةِ ، فقال : صَلِّ قائمًا ، فإن لم تستَطِع فقاعدًا ، فإن لم تستَطِعْ فعلى جَنبٍ

Artinya: "Ketika menderita bawasir, aku bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai sholat dan beliau bersabda, 'Sholatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu maka sholatlah sambil duduk. Jika tidak mampu juga, maka sholatlah sambil berbaring miring." (HR Al Bukhari)

Dalam hadist yang lain, Rasulullah sAW pernah berkata,

فإن لم تستطع فمستلقياً

Artinya: "Jika tidak mampu maka berbaringlah telentang. Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya." (HR. An Nasa'i)

4. Membaca surat Al Fatihah
Di setiap raka’at shalat, kita disyariatkan untuk membaca surah al-Fatihah karena itu adalah wajib. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca [di dalamnya] surah al-Fatihah [ditambah ayat yang lain].” (diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu ‘Awanah dan al-Baihaqi. Hadits ini di-takhrij dalam Irwa ‘al-Ghalil no. 302)

Kemudian, di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Awanah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa apabila seseorang yang shalat, akan tetapi tidak membaca surah al-Fatihah di dalamnya, shalatnya kurang. Maksud kurang di sini adalah tidak sempurna.

5. Ruku'
Rukuk artinya membungkukkan kepala dan punggung bersamaan dengan tangan memegang lutut. Berikut ini bacaan saat rukuk adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Subhaana robbiyal 'adziimi wabihamdih 3x

Artinya: "Maha suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."

Atau bisa juga dengan;

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih 3x

Artinya: Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagiNya

6. I'tidal
Rukun sholat selanjutnya adalah bangun dari ruku' dan berdiri tegak yang disebut dengan i'tidal. Gerakan i'tidal dilakukan dengan tuma'ninah sambil membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'allaahu liman hamidah

Artinya: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya."

Setelah berdiri tegak, lalu membaca :

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi'ta min syain ba'du.

Artinya: "Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu."

7. Dua kali sujud

Selanjutnya adalah sujud. Secara terminologi singkat, sujud bisa diartikan sebagai meletakkan sebagian dahi yang terbuka ke tanah atau tempat sholat.

Bacaan saat sujud adalah:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal a'la wabihamdih 3x

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."

Diriwayatkan dalam hadits Ibnu Hibban dalam shahihnya, Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau sujud, maka letakkanlah dahimu dan jangan terburu-buru."

8. Duduk di antara dua sujud
Posisi duduk di antara dua sujud dilakukan dengan duduk iftirasy. Duduk iftirasy adalah duduk di atas kaki kiri yang terlipat dan menegakkan kaki kanan dengan jari-jari dalamnya menekan tanah agar tetap menghadap kiblat. Berikut ini adalah bacaan duduk di antara dua sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku."

9. Duduk tasyahud
Menurut Syafi'iyyah dan Hanabilah, duduk terakhir dalam sholat, membaca tasyahud akhir, sholawat atas Nabi Muhammad SAW, kemudian duduk diam selama bacaan, 'Allaahumma Sholli'alaa Muhammadi' termasuk dalam rukun sholat.

Namun pendapat Malikiyyah berbeda. Yang masuk dalam rukun adalah lamanya duduk untuk salam. Sementara itu, menurut Hanafiyyah tasyahud awal sama hukumnya seperti tasyahud akhir, yaitu wajib.

10. Bacaan tasyahud awal:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

Bacaan tasyahud akhir:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan latin: Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa shollaita 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad kamaa baarokta 'alaa Ibroohim wa 'alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia."

11. Mengucapkan salam
Menurut mazhab Malikiyyah dan Syafi'iyyah, hukumnya fardhu untuk mengucapkan salam yang pertama sebagai tanda keluar dari sholat ketika posisi duduk.Sementara itu menurut mahdzab Hanabilah, kedua salam hukumnya fardhu kecuali dalam sholat jenazah, sholat sunnah, sujud syukur, dan sujud tilawah.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Bacaan latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

12. Bershalawat kepada Nabi
Wajibnya bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya yang mana orang tersebut tidak memuji dan menyanjung Allah Ta’ala serta tidak pula bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda, “orang ini terburu-buru”.

Kemudian, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil sambil berkata kepadanya dan kepada yang lain juga, “Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia memulai dengan memuliakan dan menyanjung Rabbnya Yang Mahaagung lagi Mahamulia, lalu bershalawat (dalam satu riwayat, ‘hendaklah ia bershalawat’) kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berdoa dengan apa yang ia inginkan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim dan dia menilainya shahih serta disetujui oleh adz-Dzahabi]

Kemudian, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki yang sedang shalat, orang itu memuliakan dan memuji Allah Ta’ala, serta bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda, ‘berdo’alah, niscaya do’amu akan dikabulkan dan mintalah, niscaya permintaanmu akan diberikan’.” [Diriwayatkan an-Nasa’I dengan sanad shahih].

13. Tertib dalam rukun sholat
Rukun yang terakhir adalah tertib. Tertib artinya melakukan sholat atau semua rukun sholat dengan beraturan. Mayoritas ulama mengatakan tertib dalam sholat hukumnya rukun. Wajib dalam hal bacaan dan sesuatu yang terulang dalam satu rakaat.

14. Tuma'ninah

Tuma'ninah artinya diam sebentar dna tidak terburu-buru. Jumhur dan mayoritas ulama berpendapat tuma'ninah termasuk rukun atau syarat rukun yang dilakukan saat rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.

(m. taufik naufal/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru

JADWAL SHOLAT HARI INI

MINGGU, 23 JUNI 2024 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:30 SUBUH 04:40 DUHA 06:24 ZUHUR 11:57
ASHAR 15:19 MAGHRIB 17:50 ISYA 19:05  

Zodiak Cancer Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Juni 2024, hubungan percintaan Anda akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang kurang baik dapat menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan. Penting bagi Anda untuk berbicara dengan jujur dan terbuka dengan pasangan Anda untuk mengatasi masalah ini. Jaga kepercayaan dan komitmen dalam hubungan Anda.



Cancer Selengkapnya