Kisah Ahmed Deebat, Ulama Besar Islam yang Hafal Injil

"Ahmed Deebat adalah seorang ulama besar dan berpengaruh asal India."

Life | 20 January 2023, 15:59
Kisah Ahmed Deebat, Ulama Besar Islam yang Hafal Injil

Daun.id - Ahmed Deebat atau Syekh Ahmed Hussein Deebat adalah seorang ulama kontroversial asal India yang telah berdakwah ke berbagai belahan dunia. Ahmed Deebat ini dikenal sebagai pendebat handal terkait perbandingan antara agama Islam dan Kristen. Selain seorang ulama, Ahmed Deebat ini juga dikenal sebagai seorang Kristolog karena  pengetahuanya yang mendalam tentang agama Kristen dan Injil.

Ahmed Deebat ini membandingkan ayat-ayat Al Qur'an dengan ayat-ayat Injil dengan cara yang beragam. Hal tersebutlah yang membuatnya sangat disegani dan sekaligus dibenci oleh misionaris-misionaris. Para misionaris itu harus berpikir berulang kali sebelum melakoni perdebatan dengan Ahmed Deebat.
Daun.id

istimewa

Asal Usul Ahmed Deebat

Ahmed Deebat lahir pada tanggal 1 Juli 1918 di Bombay, India. Kemudian pada usia sembilan tahun, ia pindah ke Afrika Selatan bersama ayahnya yang seorang penjahit, perpindahannya tersebut adalah untuk mencari nafkah yang lebih memadai, dan saat itulah untuk terakhir ia melihat ibunya. Karena beberapa bulan setelah kepindahannya, sang ibu meninggal dunia.

Kemudian karena keterbatasan biaya, ia harus putus sekolah pada usia 16 tahun. Pada saat itulah ia hanya fokus untuk membantu ayahnya. Namun pada suatu saat, ketika ia bekerja di sebuah toko yang dekat dengan sekolah kristen. Di tempat tersebut, ia kerap melihat para siswa misionaris Kristen yang datang ke wilayahnya, yang notabene ditempati oleh banyak pemeluk Muslim. Kedatangan mereka umumnya untuk berdiskusi dan tak jarang berdebat panjang dengan warga setempat tentang Kristen dan Islam.

Sejak saat itulah ia berpikir untuk menambah keilmuanya tentang Islam dan Kristen. Dan takdir pun mempertemukannya dengan buku berjudul Idzhar Al-Haq yang berarti menampakkan kebenaran. Buku tersebut berisi kisah kesuksesan orang-orang asal India yang pintar berdebat soal perbandingan agama. Usai mempelajari buku tersebut, ia pun semakin mantap dan tertarik untuk mempelajari perbandingan agama. 

Awal Mula Ahmed Deebat Menjadi Pendebat

Setelah putus sekolah, ia justru menjadi pekerja di salah satu toko di bagian selatan daerah Natal, Afrika Selatan. Toko tersebut berdekatan dengan sekolah misionaris. Murid-murid dari sekolah itu seringkali mengolok-olok agama Islam yang dipeluk oleh Ahmed Deebat, seperti Alquran yang dianggap menjiplak Injil hingga Nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai penakluk perempuan.

Namun sebab itulah Ahmed Deebat justru terbakar semangatnya untuk lebih dalam mempelajari Islam dan juga sistem keyakinan Kristen. Hal itu sesuai dengan yang dituliskan Goolam, bahwa dalam salah satu wawancaranya dengan reporter Daily Reveille, Amerika pada 1986, Deedat mengungkapkan, dia menjadi ahli perbandingan agama dan melakukan banyak sekali debat sebenarnya karena terpacu oleh olok-olokan para murid sekolah misionaris itu.

Usaha pertama Ahmad untuk membalas ejekan itu adalah dengan membaca Izhar-al-Haq. Tulisan tentang sebuah debat di Delhi, India, antara seorang pendeta dan Maulana Dehlawi pada 1746. Logika berpikir Maulana Dehlawi dalam buku tersebutlah yang pertama kali digunakan Ahmad Deebat untuk menjawab olok-olok murid-murid sekolah misionaris itu. Hasilnya, murid-murid itu pun bungkam, dan hal tersebut menambah kepercayaan dirinya.

Berawal dari situlah ia kemudian mempelajari Injil dari berbagai versi dengan sangat detail. Sehingga, dia kemudian menjadi seorang tokoh dalam perbandingan agama, meskipun tidak pernah mengikuti jalur pendidikan formal universitas.

Ahmed Deebat sempat melakukan perjalanan ke Pakistan pada 1949 karena tertarik dengan konflik umat Muslim di India yang ingin memisahkan diri dan membentuk negara tersendiri. Kemudian ia kembali ke Afrika pada 1954 untuk bergabung dengan Arabic Study Circle. 

Bertemu dengan beragam orang dari berbagai kalangan membuatn Ahmed Deebat semakin ingin mengembangkan diri tentang pengetahuannya mengenai perbandingan agama. Keinginan ini semakin berkobar dengan semakin gencarnya usaha misionaris di Afrika Selatan, sementara kekuatan Muslim semakin melemah.

Keluarga Ahmed Deebat

Ahmed Deebat menikah dengan wanita bernama Hawa Gangat pada 1940. Dalam pernikahan tersebut, mereka dikarunia tiga orang anak: Ebrahim, Yusuf, dan Rukayya. Hawa merupakan kekuatan dan semangat baginya.

Dua tahun setelah menikah merupakan kali pertama ia beceramah soal perbandingan agama di depan publik. Ahmed Deebat melakukannya di Avalon Theatre, Durban, Afrika Selatan. Ketika itu, ia membuat pamflet tentang ceramah itu dan menyewa tempatnya sendiri.

(m. taufik naufal/nf)


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network