Kisah KH Sholeh Darat Menulis Tafsir Alquran, Dihadiahkan kepada RA Kartini

"Guru spiritual RA Kartini"

Life | 24 January 2023, 07:56
Kisah KH Sholeh Darat Menulis Tafsir Alquran, Dihadiahkan kepada RA Kartini

Daun.id - Sejarah spritual RA Kartini tak bisa dilepaskan dari Mbah Sholeh Darat. Namun kepingan sejarah ini belum banyak diungkap.

KH Muhammad Sholeh Darat bin Umar As-Samarani atau biasa dikenal Mbah Sholeh Darat hidup pada masa penjajahan Belanda. Dirinya telah mengalami berbagai rintangan untuk menyebarkan agama Islam di Indonesia. Apalagi saat itu Belanda mengekangnya seperti dilarang menerjemahkan Al-Qur'an.

Belajar di tanah Arab

Daun.id

Sumber: Facebook Soleh Darusi

Mbah Sholeh telah belajar di Mekkah dan menetap disana sejak usia 15 setelah diajak oleh Kiai Umar pasca kekalahan Pangeran Diponegoro. Selama bertempat di Mekkah selama 45 tahun, Mbah Sholeh telah berguru dengan ulama-ulama besar.

Cinta tanah air

Meski telah lama belajar dan menetap di Mekkah bahkan selama 45 tahun, setelah pulang ke tanah air dan tinggal di Kampung Melayu Darat, Semarang Utara, Semarang, dirinya mendirikan pesantren yang dikenal sebagai Pesantren Darat pada tahun 1880. Dari pesantrennya tersebut lahirnya ulama besar Indonesia seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari.

Cara Dakwah

Daun.id

Sumber: Facebook Jaka Samudera

Cara dakwah Mbah Sholeh juga cukup unik dan memikat hati masyarakat karena menggunakan cara yang santun dan sangat menghargai budaya lokal.

Hal tersebut karena dirinya sadar, sebelum masuknya Islam di tanah Jawa, masyarakat telah memiliki kepercayaan dan cara hidup secara turun temurun.

Guru RA Kartini

Mbah Sholeh merupakan guru spritual RA Kartini. Ada keterikatan guru dan murid antara Mbah Sholeh dengan RA Kartini. RA Kartini kerap hadir dalam pengajian Mbah Sholeh seperti di Demak, Kudus dan Jepara.

RA Kartini murid penuh semangat

Daun.id

Sumber: Facebook TEXAS CHICKEN INDONESIA

Ra Kartini dikenal sebagai murid yang memiliki semangat belajar tinggi. Dengan semangatnya menimba ilmu dengan Mbah Sholeh, RA Kartini mendapatkan pretilan atau tulisan tanga dengan satu dua lembar kertas. Dari hadiah Mbah Sholeh itulah RA Kartini belajar huruf Arab Pegon.

Belajar bahasa Arab menurut RA Kartini tidaklah sulit karena dirinya bisa menguasai bahasa Belanda, Perancis, dan Inggris. RA Kartini juga menjadi murid kesayangan Mbah Sholeh.

Merasa hampa

Saat belajar Al-Qur'an, RA Kartini merasa gelisah dan kurang bersemangat, hal tersebut dikarenakan dirinya hanya belajar mengeja dan membaca tanpa tahu arti dan maknanya. RA Kartini sempat meminta kepada gurunnya untuk mengartikan Al-Qur'an agar dirinya faham isinya, namun malah terkena marah.

Keinginannya untuk mengetahui makna dari isi Al-Qur'an sangat luar biasa. RA Kartini juga merasa jika belum mengerti isi Al-Qur'an maka belum sempurna. Dirinya begitu ingin mengerti namun belum menemukan guru tafsir.

Mendapatkan guru

Daun.id

Sumber: Facebook JENDELA JATENG DIY

Dengan niat dan tekad yang kuat akhirnya RA Kartini mendapatkan guru yang tepat dan mau mengajarinya. Siapa dia? dia adalah Mbah Sholeh Darat. Mbah Sholeh mampu membuka wawasan keislaman RA Kartini. Mbah Sholeh membuk makna dan artinya agar RA Kartini bisa memahaminya.

Mendapatkan tafsir Al-Qur'an

RA Kartini mendapatkan tafsir Faidlur Rahman fi Tarjamati Tafsir Kalam Malikid-Dayyan jilid satu setelah belajar Tafsir Faidlur Rahman kepada Mbah Sholeh. Tafsir tersebut ditulis Mbah Sholeh selama sebelas bulan mulai dari 19 Februari 1892 hingga 9 Desember 1892.

Pada tafsir Faidlur Rahman fi Tarjamati Tafsir Kalam Malikid-Dayyan jilid satu ini memiliki 503 halaman dengan membahas surat Al-Fatihah dan surat Al-Baqarah

(fahrul hikami/i)


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network