Kisah Abdurahman bin Auf yang Ingin Dimiskinkan Justru Semakin Kaya Raya

"Salah satu kisah inspiratif yang menggabarkan keutamaan sedekah adalah kisah Abdurahman bin Auf."

Life | 24 January 2023, 19:39
Kisah Abdurahman bin Auf yang Ingin Dimiskinkan Justru Semakin Kaya Raya

Daun.id - Abdurahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang termasuk 10 orang pertama yang masuk Islam. Abdurahman bi Auf ini dikenal sebagai sehabat yang ahli dalam bidang bisnis atau perniagaan yang gemar sekali bersedekah.

Abdurahman bin Auf berasal dari Bani Zuhrah, keturunan dari pihak ibu paman-paman Rasulullah, dan lahir pada tahun ke-10 dari tahun Gajah, yaitu pada 581 M. Ibunya bernama Shafiyah, sedangkan ayahnya bernama `Auf bin `Abdu `Auf bin `Abdul Harits bin Zahrah.

Jika kebanyakan orang senang mempunyai harta melimpah, namun berbeda dengan Abdurrahman bin Auf. Dengan banyaknya harta yang dimiliki, Abdurrahman bin Auf justru menangis karena khawatir dirinya akan memasuki surga paling terakhir. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berkata, Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya, sehingga dihisabnya paling lama. Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf pun berpikir bagaimana caranya agar ia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal.
Daun.id

pexels.com

Suatu hari setelah perang tabuk, kurma yang ditinggalkan para sahabat di Madinah menjadi busuk sehingga harga jualnya jatuh. Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf langsung menjual semua harta yang ia punya untuk membeli semua kurma busuk milik para sahabat dengan harga standar kurma yang belum busuk. Semua sahabat bersyukur karena kurma yang mereka khawatirkan tidak akan laku, tiba-tiba diborong semuanya oleh Abdurrahman bin Auf. Para sahabat gembira karena kurma mereka bisa dijual, begitupun Abdurrahman bin Auf yang teramat senang dan ia merasa akan segera miskin.

Tak lama setelah Abdurahman bi Auf membeli kurma busuk itu, tiba-tiba datang seseorang yang mengaku utusan dari Yaman. Dia memberitakan bahwa di negerinya sedang terkena wabah penyakit menular, sehingga raja Yaman mengutus dirinya untuk mencari kurma busuk. Menurutnya, kurma busuk adalah salah satu obat yang bisa menyembuhkan dari penyakit menular itu.

Akhirnya utusan raja Yaman tersebut memborong semua kurma milik Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. Disaat Abdurrahman bin Auf merelakan semua hartanya agar ia jatuh miskin, disaat itu pula Allah memberikan keberlimpahan harta berkali-kali lipat untuknya.

Suatu hari Abdurrahman bin Auf diberi makanan, padahal ia sedang berpuasa. Ia pun mengatakan, “Mush`ab bin Umair telah terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Akan tetapi ketika dia meninggal tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah (apabila kain itu ditutupkan di kepala, kakinya menjadi terlihat dan apabila kakinya ditutup dengan kain itu, kepalanya menjadi terlihat). Demikian pula dengan Hamzah, dia juga terbunuh, padahal dia lebih baik dariku. Ketika meninggal, tidak ada kafan yang menutupinya selain burdah. Aku khawatir balasan kebaikan-kebaikanku diberikan di dunia ini,” kemudian dia menangis lalu meninggalkan makanan tersebut.

Di sisi lain, Naufal bin al-Hudzali berkata, “Abdurrahman bin Auf teman bergaul kami. Beliau adalah sebaik-baik teman. Suatu hari dia pulang ke rumahnya dan mandi. Setelah itu dia keluar, ia datang kepada kami dengan membawa wadah makanan berisi roti dan daging, dan kemudian dia menangis. Kami bertanya, “Wahai Abu Muhammad (panggilan Abdurrahman bin Auf), apa yang menyebabkan kamu menangis?” Ia menjawab, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meninggal dunia dalam keadaan beliau dan keluarganya belum kenyang dengan roti syair. Aku tidak melihat kebaikan kita diakhirkan.”

Pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Abdurrahman bin Auf pernah menyedekahkan separuh hartanya. Setelah itu ia bersedekah lagi sebanyak 40.000 dinar. Kebanyakan harta bendanya ia peroleh dari hasil perdagangan.

Pertanyaan Abdurrahman bin Auf Kepada Rasulullah

Abdurrahman bin Auf sering berkonsultasi kepada Rasulullah, salah satunya adalah bertanya bagaimana supaya dirinya dapat masuk ke surga minimal berjalan kaki, tidak merangkak(?) Jawab Rasulullah: "Perbanyak bersedekah niscaya kakimu menjadi ringan untuk masuk surga!"

Dalam catatan sejarah, pada akhir hayatnya Abdurrahman bin Auf berwasiat membagi hartanya menjadi 3 bagian: 1/3 dibagikan untuk modal usaha sahabatnya; 1/3 untuk melunasi hutang-hutangnya; dan 1/3 lagi untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Semua dilakukan untuk meringankan langkahnya memasuki pintu surga. Abdurrahman bin Auf meninggal diusia 72 tahun dan dikubur di pemakaman baqi, saat itu Utsman bin Affan ikut menyalatkannya.

(m. taufik naufal/nf)


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network