Meneladani Imam Malik bin Anas, Selalu Wangi dan Rapi Ketika Menuntut Ilmu

"Imam Malik bin Anas adalah seorang imam besar yang memiliki keteladanan yang patut dicontoh."

Life | 25 January 2023, 17:08
Meneladani Imam Malik bin Anas, Selalu Wangi dan Rapi Ketika Menuntut Ilmu

Daun.id - Imam Malik bin Anas bin Malik bin 'Amr adalah ulama yang lahir di Madinah pada tahun 93 H/714 M dan wafat pada tahun 179 H/800 M. Imam Malik ini merupakan pendiri Maẓhab Maliki. Karya besar Imam Malik adalah kitab al-Muwaththa’. Ia menghabiskan waktu kurang lebih 40 tahun.

Anas, ayah Imam Malik adalah seorang perawi hadist dan Malik bin ‘Amr, kakeknya adalah ulama dari kalangan tabi’in. Kakeknya juga banyak meriwayatkan hadis dari tokoh-tokoh besar sahabat, seperti Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan, Thalhah bin ‘Ubaidillah, Ummul Mukminin ‘Aisyah, Abu Hurairah, Hasan bin Tsabit dan ‘Uqail bin Abi Thalib.
Daun.id

istimewa

Meneladani Imam Malik bin Anas

Imam Malik bin Anas dikenal sebagai pribadi yang tekun, bahkan saat masih kecil Imam Malik sudah menghafal al-Qur’an dan hadis. Selain menghafal, Imam Malik juga rajin belajar ilmu fikih. Imam Malik belajar ilmu fikih kepada Rabi’ah bin Abdurrahman, termasuk juga belajar halaqah kepada Abdurrahman bin Hurmuz selama 13 tahun tanpa selingan guru lain.

Imam Malik bin Anas dikenal sebagai pakar Ilmu Hadits. Imam Malik sangat berhati-hati dalam menyelidiki sanad dan perawi (periwayat) hadits untuk memastikan kesahihannya. Karena kemasyuhuran Imam Malik dalam Ilmu Hadits, banyak ulama dari luar Madinah datang untuk mendapatkan ilmu Beliau. Semasa hidupnya Imam Malik berhasil menyusun kitab Al-Muwatha, kitab yang disusun selama 40 tahun. Beliau melakukan tersebut atas dasar cinta dan perjuangannya terhadap kebenaran. Kitab Al-Muwatha tesebut menjelaskan mengapa Imam Malik dijuluki sebagai pecinta keberanian.

Selama hidup Imam Malik tidak pernah mencari ilmu secara mengembara, Imam Malik hanya mencukupkan belajar ilmu kepada tokoh dan ulama dari kalangan tabi'in di Madinah. Dengan ketekunan yang dimilikinya, menjadikan Imam Malik menjadi pribadi yang berpengetahuan luas. Ulama besar seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i pernah menimba ilmu dan belajar kepada beliau.

Keteladanan dari Imam Malik ialah selalu menaruh perhatian terhadap penampilan dan tetap rendah hati. Ia juga tidak pernah menyombongkan ilmunya. Imam Malik sangat senang memakai pakaian rapi dan berkualitas tinggi. Ia berucap “Aku tidak suka seseorang yang diberi nikmat oleh Allah kecuali orang itu menampakkan bekas nikmat tersebut. Khususnya para ulama, mereka harus menampakkan muru’ah dan kehormatannya melalui pakaiannya. Hal itu untuk menghormati ilmu."

Imam Malik Punya Firasat yang Kuat

Keutamaan yang dimiliki Imam Malik adalah memiliki firasat yang kuat, sehingga dapat mengetahui apa yang tersirat dalam jiwa seseorang. Sebagai contoh adalah saat Imam Malik bertemu dengan seorang pemuda seraya menayakan namanya. Pemuda itupun menjawab “Muhammad”. Malik kemudian berkata “Wahai Muhammad bertakwalah kepada Allah, jauhi maksiat, kelak kau akan menjadi orang besar." Pemuda itulah yang kemudian dikenal sebagai Imam Syafi’i.

Di usia belia, Imam Malik telah mengajar dan menyampaikan fatwa di masjid Nabawi. Namun jika seseorang ingin belajar kepada Imam Malik, ia selalu menyiapkan dirinya lebih dulu. Ketika seseorang bertanya tentang fatwa, Imam Malik akan segera datang untuk memberikan fatwa.

Namun jika  meminta sebuah hadist, Imam Malik akan mempersilakan orang tersebut untuk duduk, kemudian ia masuk untuk mandi, lalu memakai pakaiannya yang terbaik dan mengenakan minyak wangi. Malik akan menemui mereka dengan keadaan khusyu’ dan rapi, kemudian menyalakan setangkai bukhur, membakarnya sampai ia selesai menyampaikan hadist.

(m. taufik naufal/nf)


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network