Kisah Utbah al-Ghulam, Pemuda Fasiq yang Kemudian Menjadi Waliyullah

"Utbah al-Ghulam dulunya adalah seorang pemuda yang fasiq  sebelum dirinya mendapatkan hidayah dan menjadi waliyullah."

Life | 31 January 2023, 12:40
Kisah Utbah al-Ghulam, Pemuda Fasiq yang Kemudian Menjadi Waliyullah

Allah SWT adalah maha pengampun bagi siapa saja mendekatkan diri pada-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Salah satu contoh kisah yang bisa dijadikan contoh bahwa Allah Maha Pengampun adalah kisah Utbah al-Ghulam yang dulunya pemuda fasiq yang kemudian menjadi waliyullah.
Daun.id

istimewa

Datangnya Hidayah Utbah al-Ghulam

Utbah al-Ghulam adalah salah satu  dari sekian banyak waliyullah atau kekasih Allah. Sebelum menjadi waliyullah, Utbah al-Ghulam dulunya adalah seorang yang fasiq atau orang yang sering berbuat dosa. Diantara dosa-dosanya adalah sering minum minuman keras dan kerap membuat kerusuhan dimana.

Dikisahkan pada suatu hari, Utbah al-Ghulam tertarik untuk mengikuti sebuah majelis yang dipimpin oleh Syekh Hasan Al-Bishri. Ketika itu Syekh Hasan Al-Bishri membacakan satu ayat  Al-Qur'an: 

 أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah..." (QS Al-Hadid [57]: 16)

Syekh Hasan al-Bishri menjelasakan tafsir dari QS. Al-Hadid ayat 57 dengan penjelasan yang indah dan menyentuh hati yang membuat orang-orang yang mendengarnya menangis. Kemudian berdirilah di antara mejelis Utbah al-Ghulam yang kala itu masih muda.

Dia bertanya kepada Syekh Hasan al-Bishri, "Wahai Taqiyal Mukminin, akankah Allah menerima taubat orang yang jahat seperti diriku?"

"Ya! Allah akan menerima taubatmu dari perilaku jahat dan burukmu," jawab Syekh Hasan Al-Bishri.

Mendengar jawaban dari Syekh Hasan al-Bishri, seketika Utbah al-Ghulam menjadi pucat wajahnya, bergetar giginya, ia berteriak keras lalu terjatuh pingsan.

Ketika ia sadar, Syekh Hasan Al-Bishri mendekat padanya mengucapkan beberapa bait indah:

  أيا شاب لرب العرش عاصي #   أتدري ما جزاء ذوي المعاصي

سعير للعصاة لها زفير  #  فويل يوم يؤخذ بالنواصي

  فإن تصبر على النيران فاعصه #  وإلا كن عن العصيان قاصي

وفيما قد كسبت من الخطايا  #  أ/رهنت النفس فاجتهد في الخلاص

"Wahai pemuda maksiat, demi Tuhan yang memiliki Arsy, mengertikah engkau balasannya orang yang berbuat maksiat?" 

"Adalah neraka Syi'ir bagi mereka, ia memiliki suara api, menggelegar disaat ubun-ubun terpegang."

"Kalau engkau menerima neraka-neraka itu, silakan berbuat maksiat.  Bila tidak, jauhilah kemaksiatan."

"Semua kesalahan yang engkau kerjakan, artinya engkau sudah menggadaikan dirimu (di Neraka), maka bersungguh-sungguhlah untuk melepaskan diri".

Setelah mendengar itu, seketika itu Utbah al-Ghulam berteriak makin lantang, dan kembali pingsan untuk kedua kalinya. 

Setelah tersadar, Utbah al-Ghulam kembali bertanya kepada Syekh Hasan Al Bishri: "Wahai Syekh, apakah benar Tuhan Yang Maha Penyayang menerima taubatnya orang hina sepertiku ini?"

"Tiada Dzat yang menerima taubat orang yang menyimpang kecuali Tuhan Yang Maha Memaafkan,” jawab Syekh Hasan Al-Bishri.

Mendengar jawaban bijak Syekh Hasan al-Bishri, Utbah al-Ghulam pun kemudian mengangkat kepalanya dan berdoa meminta tiga permintaan: 
Pertama, Tuhanku, jika Engkau menerima taubatku dan mengampuni dosa-dosaku, maka muliakan aku dengan mudah paham mengenai ilmu dan Al-Qur'an.

Kedua, Tuhanku, muliakan aku dengan suara yang merdu, sehingga yang mendengar bacaanku semakin lunak hatinya sekalipun ia memiliki hati sekeras batu.

Ketiga, Tuhanku, berikan rizki yang halal padaku dari jalan yang tidak aku duga-duga.

Allah SWT pun mengabulkan doanya, yang membuat ia mudah paham dan hafal ayat dan hadist. Mudah mentobatkan orang dengab bacaan Al-Qur'an nya, dan bahkan, setiap harinya ada semangkuk kuah kaldu dan dua potong roti, tanpa diketahui siapa yang menaruh di depan rumahnya. Hal tersebut terjadi terus menerus hingga ia meninggal dunia. 

(m. taufik naufal/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan kamu akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang baik dan saling pengertian akan menjadi kunci untuk menjaga hubunganmu tetap harmonis. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu kepada pasanganmu.



Gemini Selengkapnya