Kisah Kesederhanaan AR Fachruddin Ke Pengajian Naik Sepeda Ontel

"Pak AR dikenal begitu sederhana dan berwibawa"

Life | 01 February 2023, 15:20
Kisah Kesederhanaan AR Fachruddin Ke Pengajian Naik Sepeda Ontel

Kiai Abdur Rozaq Fachruddin atau yang dikenal dengan nama Kiai AR Fachruddin adalah sosok yang sangat disegani oleh kalangan masyarakat, utamanya para warga Muhammadiyah.

Pak AR, sapaan akrabnya, menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah pada periode 1968-1990.

Ia sampai saat ini tercatat sebagai Ketum PP Muhammadiyah dengan waktu terlama. Selain seorang ulama besar, ia juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Bahkan tak hanya dengan warga Muhammadiyah, pengetahuannya yang luas nan dalam itu membuatnya begitu terbuka dengan kalangan manapun. Salah satunya dengan NU.

Sebagai seorang kiai sudah menjadi tugasnya untuk berdakwah atau memberikan pengajian kepada umat. Dia kerap menghadiri undangan untuk mengisi pengajian dari masyarakat.

Ada sebuah kisah menarik tentang kisah Pak AR yang datangi sebuah undangan mengisi pengajian yang mungkin selama ini jarang terungkap.

Di balik sosoknya yang berwibawa dan kharismatik itu ternyata Pak AR adalah sosok yang begitu sederhana dan bersahaja.

1. Sering Mendapatkan Undangan Mengisi Pengajian

Sebagai tokoh umat yang memimpin Muhammadiyah dari tahun 1968-1990, Kiai AR Fachruddin atau yang biasa dikenal sebagai Pak AR, tidak segan-segan memenuhi undangan umat meski dalam kondisi terbatas.

Kepada para pengundang, Pak AR tidak suka menambah beban bagi mereka yang dia anggap telah memiliki bebannya sendiri. Sehingga seringkali Pak AR bertindak sesuatu di luar dugaan.

Daun.id

Pak AR / Sumber: Youtube Fasta Channel

Sebagai contoh, terdapat pada kisah “Pak AR Membonceng Sepeda Onthel” dalam buku Pak AR Sang Penyejuk karya Syaifudin Simon terbitan pertama tahun 2018.

Dengan kondisi bagaimanapun, Pak AR akan selalu berusaha untuk memenuhi setiap undangan mengisi sebuah pengajian atau kuliah shubuh dan ceramah lainnya.

2. Pak AR Fachruddin Menumpang Sepeda Ontel

Saat itu, kunci mobilnya lupa ditaruh di mana. Tidak ketemu. Panitia pun memutuskan ceramah Pak AR ditunda pada hari lain. Terdapat pada kisah “Pak AR Membonceng Sepeda Onthel” dalam buku Pak AR Sang Penyejuk karya Syaifudin Simon terbitan pertama tahun 2018.

Kisah ini terjadi pada bulan Ramadan tahun 1989. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyarta (UMY) di kampus lapangan Asri menyelenggarakan acara Kuliah Subuh.

Daun.id

Pak AR / Sumber: Youtube Fasta Channel

Pagi itu giliran Pak AR mengisi Kuliah Subuh. Pukul 3.30 salah seorang panitia sudah siap menjemput Pak AR di Jalan Cik Di Tiro 19 A Yogya.

Tetapi malang, sopir yang akan menjemput tidak datang. Sebagai salah seorang panitia, mahasiswa UMY bernama Syahrirsyah harus memberitahu Pak AR bahwa kuliah subuh batal. (Karena pada masa itu tidak ada telepon genggam seperti sekarang).

Dia pun menggowes sepeda dari kampus Asri ke Cik Di Tiro. Sekitar 30 menit kemudian dia tiba di rumah Pak AR.

Keringat bercucuran di tubuh Syahrirsyah. Dengan napas masih tersengal-sengal, ia mengetuk pintu rumah Pak AR dan mengucapkan salam.

“Assalamualaykum Pak AR”.

“Wa’alaykumussalam warahmatullhi wabarokatuh”, Pak AR langsung menjawab dari dalam rumah.
Ternyata Pak AR sudah lama menunggu jemputan panitia dan siap berangkat. Begitu melihat ada mahasiswa datang, Pak
AR langsung berkata, “Ayo mas, kita berangkat”.

Syahrirsyah bingung dan berkata, “Maaf Pak, saya ditugaskan panitia untuk menyampaikan kepada Bapak, bahwa ceramah ditunda di hari lain. Sopir mobil yang akan menjemput Bapak tidak datang.

Kunci mobilnya tidak ketemu.”

“Lha, panjenengan ke sini nitih menopo? (anda ke sini naik apa?)” tanya Pak AR.

“Ngangge sepeda, Pak (pakai sepeda pak)” kata Syahrirsyah keder.

3. Penuhi Undangan dengan Membonceng Sepeda Ontel

Siapa sangka, dalam kondisi terbatas itu pun Pak AR tetap sedia memenuhi panggilan untuk memberikan pengajian di tajuk kuliah shubuh itu. "Oh ya sudah, kuliah subuhnya tidak usah diganti di hari lain. "Pun monggo, sak niki ke kampus UMY ngangge sepeda njenengan mawon. Kulo mbonceng" (Ya sudah, mari sekarang kita ke kampus UMY pakai sepeda anda saja. Saya yang membonceng)” kata Pak AR.

Anak muda tadi tambah bingung, kemudian berkata, “Mohon maaf, Pak. Tidak mungkin saya boncengkan. Jauh, Pak”.

Daun.id

Pak AR/ Sumber: suaraaisyiyah.id

Dalam batin, Syahrirsyah pun berkata, “Pak AR Ketua Umum PP Muhammadiyah, sudah sepuh lagi. Mana mungkin membonceng sepeda dari Cik Di Tiro ke kampus UMY Lapangan Asri. Ketika batinnya bergejolak, Pak AR ngendiko (berkata), “Monggo mas, kita berangkat. Nanti kuliah subuhnya terlambat”.

(abdul mufid/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan kamu akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang baik dan saling pengertian akan menjadi kunci untuk menjaga hubunganmu tetap harmonis. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu kepada pasanganmu.



Gemini Selengkapnya