Kisah Kesabaran Syaikhona KH Maimoen Zubair Ketika Tidak Memiliki Beras, Bahkan Untuk Zakat Fitrah

Showbiz | 03 February 2023, 16:45

"Syaikhona KH Maimoen Zubair adalah seorang ulama besar di Indonesia. Banyak keteladanan yang dapat dicontoh dari perilaku beliau."

Kisah Kesabaran Syaikhona KH Maimoen Zubair Ketika Tidak Memiliki Beras, Bahkan Untuk Zakat Fitrah

Syaikhona KH Maimun Zubair merupakan seorang ulama kharismatik dari Indonesia. Selain menjadi seorang ulama, beliau juga merupakan seorang politikus. Syaikhona KH Maimoen Zubair adalah putra pertama dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Beliau lahir di Karang Mangu, Sarang, hari Kamis Legi bulan Sya'ban tahun 1347 H/1348H atau 28 Oktober 1928.

Nasab keluarga KH Maimoen Zubair tidaklah biasa saja, dari silsilah kakek, nasab Mbah Moen sampai kepada Sunan Giri. Berikut adalah jalur silsilah nasab Mbah Moen, KH. Zubair bin Mbah Dahlan bin Mbah Carik Waridjo bin Mbah Munandar bin Puteh Podang (desa Lajo Singgahan Tuban) bin Imam Qomaruddin (dari Blongsong Baureno Bojonegoro) bin Muhammad (Macan Putih Gresik) bin Ali bin Husen (desa Mentaras Dukun Gresik) bin Abdulloh (desa Karang Jarak Gresik) bin pangeran Pakabunan bin panembahan Kulon bin sunan Giri.
Daun.id

istimewa

Sedangkan dari jalur silsilah Nenek yaitu, Nyai Hasanah binti Kiai Syu’aib bin Mbah Ghozali bin Mbah Maulana (Mbah Lanah seorang bangsawan Madura yang bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro).

Pada tahun 1965, Mbah Moen mendirikan Pesantren al-Anwar. Pesantren inilah kemudian menjadi rujukan para orang tua, untuk memondokan anaknya untuk belajar kitab kuning dan turats. Sehingga akhirnya, masyarakat Sarang mengenal KH. Maimoen Zubair sebagai sosok ulama yang kharismatik.

Kesabaran Syaikhona KH Maimoen Zubair di Malam Idul Fitri

Kehidupan keluarga Syaikhona KH Maimoen Zubair dimulai dengan nol. Syaikhona KH Maimoen Zubair pernah sama sekali tidak memiliki beras ketika malam Idul Fitri, sehingga tidak ada beras yang digunakan untuk membayar zakat fitrah. Bahkan beliau juga tidak mempunyai uang sedikit pun untuk membeli  untuk membeli jajanan Idul Fitri, sedangkan putra-putri beliau ketika itu masih kecil-kecil.

Di malam hari raya itu hingga pertengahan malam, belum ada beras atau uang yang beliau miliki. Setelah pertengahan malam, Syaikhona Maimoen Zubair pun melaksanakan shalat tahajud. Dalam sholat itu, beliau membaca berulang surat al-Waqi'ah. 

Hingga pada saat subuh tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu rumah beliau datang dengan membawa beras yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah dan juga membawa sesuatu yang bisa digunakan untuk membeli jajan dan kebutuhan untuk Idul Fitri.

Pertolongan Yang Maha Kuasa seringkali datang pada waktu seseorang sudah sangat terpepet dan seolah-oleh hendak berputus asa, dan pertolongan itu pun datang pada waktu yang tepat. Sekiranya begitulah kisah kesederhanaan dan kesabaran Syaikhona KH Maimoen Zubair.

Mbah Moen Tidur Tanpa Bantal

Syaikhona KH Maimoen Zubair pada tahun enam puluhan, makanan sehari-harinya dan keluarga adalah "Sredek", yaitu ketela pohon yang diparut kemudian dikeringkan agar awet. Parutan ketela itu kemudian dimasak kukus, setelah matang kemudian dicampur dengan parutan kelapa. Keluarga KH Maimoen Zubair sering sarapan hanya dengan nasi putih dengan lauk telor setengah matang yang dicampur dengan kecap. 

Dari dulu makanan keseharian Syaikhona Maimoen Zubair memang apa adanya, namun bila ada tamu orang khusus semisal ulama' atau pejabat negara, maka beliau akan membeli sate kambing maupun sate ayam sebagai penghormatan atas kunjungan tamu tersebut. 

Saat awal pernikahan dulu, Syaikhona Maimoen Zubair juga belum mempunyai bantal untuk tidur. Begitu pula dengan kendaraan, pertama kali beliau membeli Vespa ereg-ereg. Setelah itu membeli mobil pickup doplak, kemudian kijang hijau daun, kemudian kijang warna putih. Saat beliau mempunyai kijang warna putih, mobil ini juga digunakan untuk mengantar santri yang sakit. Semua adalah kendaraan bekas yang dibeli secara kontan, hingga pada akhirnya beliau bisa membeli kendaraan bagus dan baru.

(m. taufik naufal/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Leo Hari Ini

Percintaan

Dalam hal percintaan, bulan Juli 2024 akan menjadi waktu yang menyenangkan bagi zodiak Leo. Jika Anda sudah memiliki pasangan, hubungan Anda akan semakin erat dan harmonis. Jika Anda masih single, ada kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan seseorang yang menarik dan potensial untuk menjadi pasangan hidup Anda.



Leo Selengkapnya