Masih ingat dengan transplantasi jantung babi ke manusia yang sempat viral beberapa waktu lalu? Sayangnya, pasien tersebut meninggal pada Maret kemarin. Peneliti dan tim dokter masih menyelidiki penyebabnya.

Dilansir dari TheVerge, sebuah virus yang menyerang organ babi ditenggarai menjadi penyebab gagalnya transplantasi tersebut. Kabar ini diulas oleh  MIT Technology Review.
Tim bedah yang menangani transplantasi ini mengatakan bahwa virus ini bernama porcine cytomegalovirus.

Seperti apa faktanya?

1. Virus ini tidak menginfeksi organ manusia.
2. Virus ini sangat susah untuk dideteksi.
3. Organ babi yang berasal dari Revivicor seharusnya bebas dari virus.
4. Revivicor sendiri menyediakan organ babi yang sudah dimodifikasi secara genetika.

Peneliti sendiri masih belum bisa secara pasti mengungkap penyebab transplantasi organ ini bisa gagal. Penemuan akan virus ini sendiri masih jadi langkah awal untuk membuka tabir misteri ini. 

Peneliti sendiri berharap jika memang ini menjadi penyebabnya maka prosedur transplantasi tidak akan berubah secara drastis. Hal ini tentunya bisa dihindari lagi di masa depan.