Cara Mencari Gamet dalam Hukum Mendel, Berikut Penjelasan dan Contohnya

"Mencari atau menghitung jumlah gamet dapat dicari dengan mudah jika kamu telah memahami konsepnya."

Life | 24 November 2022, 16:23
Cara Mencari Gamet dalam Hukum Mendel, Berikut Penjelasan dan Contohnya

Daun.id - Taukah kamu apa itu gamet? dan apa fungsinya? gamet ini adalah materi yang dijelaskan dalam pelajaran Biologi. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang bagaimana cara mencari gamet, dan hal-hal yang berkaitan dengan gamet.

Penjelasan Hukum Mendel I dan II

Daun.id
pexels.com

Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi menyatakan bahwa “Pada pembentukan gamet (sel kelamin) pada kedua gen yang merupakan pasangan, akan dipisahkan dalam dua sel anak’. Dalam Hukum Mendel I berlaku untuk persilangan monohibrid alias persilangan dengan satu sifat beda. Secara garis besar, Hukum Mendel I akan berkaitan dengan adanya 3 pokok, yakni:

1. Gen memiliki bentuk yang alternatif yang mengatur variasi pada karakter turunannya. Inilah yang menjadikannya konsep akan dua macam alel, yakni: (a) alel resesif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf kecil, misalnya w dalam gambar); dan (b) alel dominan (nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).

2. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari tetua jantan (misal ww) dan satu dari tetua betina (misalnya RR).

3. Jika sepasang gen ini merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan akan selalu terekspresikan (tampak secara visual dari luar). Alel resesif yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet (sel kelamin) yang dibentuk pada turunannya.

Hukum Mendel II atau Hukum Independent Assortment atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas, menyatakan bahwa ‘jika dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkannya sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya’.

Keberadaan Hukum Mendel II ini berlaku untuk persilangan dihibrid (dengan dua sifat yang berbeda). Pada persilangan dihibrid, misalnya terdapat suatu individu dengan genotip AaBb, maka A dan a serta B dan b akan memisah yang kemudian pasangan tersebut akan bergabung secara bebas. Melalui hal tersebut, maka kemungkinan gamet (sel kelamin) yang terbentuk akan memiliki sifat AB, Ab, aB, dan ab.

Singkatnya adalah: Melalui Hukum Mendel II ini, menyatakan bahwa alel (variasi gen) dengan gen yang sifatnya berbeda itu tidak saling mempengaruhi. Hal ini juga menjelaskan bahwa gen yang menentukan tinggi tanaman, warna tanaman, itu tidak saling berpengaruh. 

Pengertian Gametogenesis dan Gamet

Sebelum kamu bisa memahami gamet, sebaiknya kamu juga memahami apa itu gametogenesis. Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet, yang terdiri dari spermatogenesis (pembentukan sperma) dan oogenesis (pembentukan ovum).

Secara garis besar gametogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin (gamet) yaitu sel sperma dan ovum. Pembentukan gamet ini terjadi secara meiosis di dalam alat reproduksi. Gamet ini dibentuk pada individu yang telah dewasa.

Dalam ilmu biologi, gamet dijelaskan sebagai sebuah sel reproduksi yang mengandung satu salinan kromosom. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, gamet hanya mengandung satu set kromosom yang berbeda atau setengah materi genetik yang diperlukan untuk membentuk organisme lengkap sehingga disebut sebagai sel haploid.

Jenis Gamet

Gamet dibedakan menjadi tiga jenis yaitu oogami, isogami, dan anisogami. Berikut ini penjelasannya:

Oogami
Oogami adalah gamet yang dimiliki oleh manusia dan hewan. Gamet oogami dapat dibedakan mana yang jantan dan mana yang betina karena memiliki ukuran, bentuk, dan motilitas yang berbeda. Gamet betina memiliki ukuran lebih besar, tidak dapat bergerak (non-motil), dan disebut dengan sel telur. Adapun gamet jantan memiliki ukuran yang lebih kecil, dapat bergerak (motil), dan disebut dengan sel sperma.

Isogami
Isogami merupakan gamet heterogami yaitu memiliki morfologi bentuk dan ukuran yang sama. Gamet isogami tidak bisa dibedakan mana yang merupakan betina, dan mana yang jantan. Contoh organisme yang isogamy adalag alga uniseluler.

Anisogami
Anisogami adalah gamet yang bisa dibedakan antara betina dan jantan. Gamet betina memiliki ukuran yang lebih besar daripada gamet jantan. Gamet anisogami non-motil atau tidak bisa bergerak. Contoh organisme yang memiliki gamet anisogami adalah tumbuhan berbunga.

Cara Mencari Gamet

Pada kesempatan ini kita akan belajar cara menghitung jumlah gamet pada genotipe di persilangan hukum mendel.

Rumus Menghitung Jumlah Gamet dalam Genotipe
Dalam cara menghitung gamet dalam genotipe sebenarnya caranya sangatlah simple, yaitu cukup dengan menggunakan rumus 2n di mana n merupakan jumlah pasangan alel heterozigot. Jika kamu menemukan suatu genotipe sepanjang apapun, kamu cukup memasukkan jumlah pasangan alel heterozigot saja ke dalam rumus 2n.

Biar makin jelas lagi, berikut adalah contoh soal supaya elo bisa mahir dalam menghitung jumlah gamet.

1. Hitunglah jumlah gamet dari genotipe AaBbCc!
Cari gamet ini tentunya gampang banget, kamu dapat menghitung jumlah pasangan alel heterozigot, terus dimasukan ke rumus 2n

Pasangan alel heterozigot : Aa, Bb, dan Cc

2n = 23

2 X 2 X 2 = 8 gamet


Untuk soal nomor 1, gamet yang terbentuk dari genotip AaBbCc adalah sebanyak 8 gamet.

2. Hitunglah jumlah gamet dari genotipe AaBBCC?
Caranya adalah, masukan jumlah alel heterozigot ke dalam rumus 2n dan gak usah peduliin sama pasangan alel yang homozigot. Pada soal nomor 2, pasangan alel heterozigotnya hanya 1, tinggal kamu masukin deh ke rumus 2n.

Pasangan alel heterozigot : Aa

2n = 21

2 gamet

Untuk soal nomor 2, ketemu deh jumlah gamet dari genotipe AaBBCC sebanyak 2 buah.

Cara Mencari Jenis Gamet dalam Genotip
Berikut ini adalah cara mencari jenis gamet dengan menggunakan Metode Diagram Anak Garpu. Metode ini merupakan cara yang efektif karena sangat mudah dan simple, kamu dapat dapat menggunakan diagram anak garpu untuk mencari jumlah dan jenis gamet sekaligus.

Dalam menggunakan metode diagram anak 2 garpu, hanya dua prinsip yang dipakai:

- Penulisan pasangan alel heterozigot dilakukan terpisah, sedangkan pasangan alel homozigot ditulis salah satu.

- Pada alel heterozigot diberi penghubung garis bercabang, sedangkan pada alel homozigot diberi penghubung garus lurus.

Contoh Mencari Jenis Gamet
Biar makin jelas, berikut ini adalah contoh soal mengenai penggunaaan metode diagram anak garpu ini.

1. Tentukan jumlah gamet dan tuliskan jenis gametnya dari genotipe AaBbCc?
Karena sudah belajar prinsip diagram anak garpu, sekarang kamu dapat melihat contoh pengerjaanya:
Daun.id

contoh soal gamet I

Setelah penghitungan, diketahui jumlah gamet sebanyak 8 dengan jenis gametnya adalah ABC, ABc, AbC, Abc, aBC, aBc, abC, dan abc dengan diagram anak garpu.

2. Berapa jumlah gamet dan tuliskan jenis gametnya dari genotipe AABBCc?
Untuk soal nomor 2 penyelesaiannya sedikit berbeda karena adanya pasangan alel homozigot pada genotipe, namuncukup pakai kedua konsep di atas aja, yaitu menggunakan garis lurus pada pasangan alel homozigot.
Daun.id

contoh soal gamet II

Setelah dihitung ketemu jumlah gamet sebanyak 2 dengan jenis gametnya ABC dan ABc.


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

RABU, 7 DESEMBER 2022 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 03:57 SUBUH 04:07 DUHA 05:52 ZUHUR 11:46
ASHAR 15:12 MAGHRIB 18:00 ISYA 19:15  

Daun Media Network