Cara Mencari Bilangan Oksidasi secara Cepat, Ketahui Pengertian dan Pembahasannya

"simak untuk lebih lanjut"

Life | 06 December 2022, 10:27
Cara Mencari Bilangan Oksidasi secara Cepat, Ketahui Pengertian dan Pembahasannya

Daun.id - Dalam dunia kimia, bilangan oksidasi, biloks, atau keadaan oksidasi, adalah muatan hipotesis sebuah atom jika semua ikatannya dengan atom yang berbeda sepenuhnya ionik. Bilangan ini menggambarkan tingkat oksidasi (kehilangan elektron) dari sebuah atom dalam senyawa kimia.

Atau bisa disebut juga, bilangan oksidasi adalah bilangan yang menunjukkan muatan dari setiap jumlah muatan positif atau negatif pada sebuah atom. Oleh karena itu, biloks inilah yang akan menunjukkan jumlah elektron yang sudah diterima atau diberikan oleh suatu atom ke atom yang lain.

Konseptualnya, bilangan oksidasi dapat berupa bilangan positif, negatif, atau nol. Meskipun ikatan ionik sepenuhnya tidak ditemukan di alam, banyak ikatan menunjukkan ionitas yang kuat, menjadikan bilangan oksidasi sebagai prediktor muatan yang berguna.

Bilangan oksidasi atom tidak mewakili muatan formal "nyata" pada atom itu, atau sifat atom aktual lainnya. Hal ini terutama berlaku untuk bilangan oksidasi tinggi, di mana energi ionisasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan ion positif berlipat ganda jauh lebih besar daripada energi yang tersedia dalam reaksi kimia. Selain itu, bilangan oksidasi atom dalam senyawa tertentu dapat bervariasi tergantung pada pilihan skala elektronegativitas yang digunakan dalam perhitungannya. Oleh karena itu, bilangan oksidasi atom dalam suatu senyawa adalah murni formalisme. Namun demikian, bilangan oksidasi tetap penting untuk dapat memahami konvensi nomenklatur senyawa anorganik. Juga, beberapa pengamatan mengenai reaksi kimia dapat dijelaskan pada tingkat dasar dalam hal bilangan oksidasi.
Daun.id

sumber: pinterest

Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi
Setelah mengetahui pengertiannya, harus tahu juga aturan dari biloks. Aturan yang menentukan bilangan oksidasi yang benar adalah:

- Unsur Bebas → Biloks = 0
Contoh: Na, K, Cl2, M2, dan O2.

- Logam yang Berikatan dengan Unsur Lain → Biloks = Positif
Contoh:

Gol I: Na, K, Rb → biloks = +1
Gol II: Be, Mg, Ca, dan Ba → biloks = +2
Gol III: Al → biloks = +3
Oleh karena itu, semua tergantung golongannya yang mana.

- Ion Tunggal atau Ion Monoatomik → Biloks = Muatannya
Contoh:

Na+ dan K+ → biloks = +1
Ca2+ dan Ba2+ → biloks = +2

- Jumlah Biloks Unsur dalam Senyawa atau Biloks Total → Biloks = 0
Contoh: KNO3

(1 x biloks K) + (1 x biloks N) + (3 x biloks O) = 0

- Jumlah Biloks Ion Poliatomik → Biloks = Muatannya
Contoh: (SO4)2-

(1 x biloks S) + (4 x biloks O) = -2

- Biloks Hidrogen
Apabila hidrogen berikatan dengan logam, maka biloks = -1
Contoh: NaH, hidrogen lebih elektronegatif daripada Na, sehingga hidrogen akan menarik elektron dan Na melepaskan elektron. Maka, H bermuatan negatif dan Na bermuatan positif. H = -1 dan Na = +1.

Jika hidrogen berikatan dengan non logam, maka biloks = +1
Contoh: HBr, H memiliki elektron 1 dan Br memiliki 7 elektron. Br lebih elektronegatif, sehingga Br akan menarik elektron H, dan H melepaskan elektron. Sehingga, Br bermuatan negatif dan H bermuatan positif → H = +1.

- Biloks Oksigen → Biloks = -2

Contoh: H2O, di mana O lebih elektronegatif daripada H, sehingga O akan menerima elektron dari H. Dengan begitu, O = -2.

Kecuali, pada senyawa peroksida dan superoksida.

- Biloks Unsur Halogen → Biloks = -1 sampai +7
Contoh:

F (sebagai unsur yang paling elektronegatif) → biloks = -1

Cl, Br, dan I → biloks = variatif (-1, +1, +3, +5, +7)
 
Untuk memahami pembahasan di atas, alangkah baiknya memahami contoh di bawah ini. Simak dengan saksama soal di bawah ini:

Contoh Soal 1
Biloks Na dalam NaCl adalah ….

a. 0
b. +1
c. -1
d. +2
e. -2

Jawab: b. +1

Pembahasan: NaCl, keduanya sama-sama memiliki elektron 1. Cl menerima elektron dari Na, sehingga nilai Cl adalah -1. Sedangkan, Na melepaskan elektron, sehingga bernilai +1.

Contoh Soal 2
Dari senyawa H2SO4, tentukan biloksnya!

Jawab: 0.

Pembahasan: H2SO4 merupakan suatu senyawa, terlebih dahulu untuk mengetahui aturannya bahwa nilai biloks dari suatu senyawa adalah nol. Kalau dirinci akan seperti ini:

(2 x biloks H) + (1 x biloks S) + (4 x biloks O) = (2×1) + (1xbiloks S) + (4x(-2)) = 0

→ 2 + biloks S – 8 = 0

biloks S = +6

(alvain shinta/n)


Artikel Pilihan

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network