Bacaan Sholat Setelah Rukuk Atau I’tidal Beserta Artinya

"Berikut adalah bacaan setelah rukuk atau i'tidal lengkap dengan artinya."

Life | 26 December 2022, 17:18
Bacaan Sholat Setelah Rukuk Atau I’tidal Beserta Artinya

I'tidal adalah salah satu rukun sholat tepatnya setelah ruku. Gerakan i'tidal dilakukan dengan memposisikan punggung lurus sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga atau bahu. Sama seperti gerakan sholat lainnya, gerakan i'tidal dilakukan secara perlahan. Ada beberapa versi doa i'tidal yang terdapat dalam hadis shahih.

Secara bahasa i’tidal bermakna menjadikan sesuatu lurus dan tegak. Dan secara istilah Iktidal merupakan bentuk gerakan bangkit dari ruku’ dan sujud dengan tegak dan lurus. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا

Lalu ruku’lah dan sertai thuma’ninah ketika ruku’. Lalu bangkitlah dan beriktidallah sambil berdiri. Kemudian sujudlah sertai thuma’ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma’ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma’ninah ketika sujud. Kemudian lakukanlah seperti itu dalam setiap shalatmu.”
Daun.id

unplash.com

Gerakan I'tidal

Disyariatkan untuk mengangkat tangan ketika iktidal. Dalilnya adalah hadits:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ

“sesungguhnya Rasulullah –shallallahu ’alaihi wa sallam biasanya mengangkat kedua tangannya sejajar kedua pundaknya ketika memulai shalat, ketika takbir untuk rukuk dan ketika mengangkat kepala setelah rukuk.”([25])

Ketika selesai mengangkat kedua tangan maka posisi tangan dibiarkan menjulur dan tidak bersedekap. Diantara hadits yang menjadi landasan hal tersebut adalah hadits Waa’il bin Hujr berikut:

أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَفَعَ يَدَيْهِ حِينَ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ كَبَّرَ، ثُمَّ الْتَحَفَ بِثَوْبِهِ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ أَخْرَجَ يَدَيْهِ مِنَ الثَّوْبِ، ثُمَّ رَفَعَهُمَا، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ، فَلَمَّا قَالَ: سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَفَعَ يَدَيْهِ فَلَمَّا سَجَدَ سَجَدَ بَيْنَ كَفَّيْهِ

“Waa’il bin Hujr pernah melihat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengangkat kedua tangannya saat memulai shalat sembari ber-takbîratul ihrâm. Kemudian Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memasukkan tangan ke dalam pakaiannya, seraya meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. Ketika Beliau akan rukuk, ia mengeluarkan kedua tangannya dari pakaian, lalu mengangkatnya seraya bertakbir sembari rukuk. Ketika Beliau mengucapkan sami‘allâhu li man hamidah, ia mengangkat kedua tangannya. Saat sujud, Beliau sujud di antara kedua telapak tangannya.”

Bacaan I'tidal

Jika shalat sendirian atau sebagai imam maka ketika bangkit dari ruku’ menuju iktidal membaca :

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Setelah sampai pada posisi iktidal maka baru membaca bacaan-bacaan ketika iktidal. Adapun jika sebagai makmum maka langsung membaca bacaan-bacaan iktidal ketika bangkit dari ruku’ dan tidak perlu membaca tasmii’

Bacaan Ketika Posisi I'tidal
Pertama

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْد

Rabbanaa lakal hamdu (Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji). ([28])

Kedua

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْد

Rabbanaa wa lakal hamdu (Wahai Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji). ([29])

Ketiga

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْد

Allahumma rabbanaa lakal hamdu (Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji). ([30])

Keempat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْد

Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu (Ya Allah Rabb kami, dan bagi-Mu segala puji). ([31])

Kelima

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْد

Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du.

(Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya).

Keenam

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَد

Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

(Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya, dan tidak bermanfaat bagi-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan). ([33])

Ketujuh

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ، وَمِلْءَ الْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْد

Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du.

(Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, serta sepenuh apa yang ada di antara keduanya dan sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya). ([34])

Kedelapan

اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ، وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Allahumma rabbanaaa wa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-i wal majdi ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kullunaa ‘abdun, allahumma laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

(Ya Allah Rabb kami,dan bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada diantara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. (Ucapan ini) yang paling pantas diucapkan seorang hamba. Dan semua kami adalah hamba-Mu semata. Ya Allah, tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan). ([35])

Kesembilan

اللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ، وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Allahumma rabbanaaa lakal hamdu mil-us-samaawaati wa mil-ul-ardhi wa maa bainahumaa wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba’du ahlats tsanaa-I wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

(Ya Allah Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada diantara langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkau adalah Dzat yang berhak mendapat pujian dan kemuliaan. tidak ada yang bisa menahan apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Tidak bermanfaat dari-Mu kemuliaan/kedudukan orang yang memiliki kemuliaan). 

(m. taufik naufal/nf)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru

JADWAL SHOLAT HARI INI

SABTU, 15 JUNI 2024 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:29 SUBUH 04:39 DUHA 06:22 ZUHUR 11:55
ASHAR 15:17 MAGHRIB 17:48 ISYA 19:03  

Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Dalam hal percintaan, bulan Juni 2024 akan menjadi periode yang menarik bagi kamu sebagai seorang Gemini. Kamu mungkin akan bertemu seseorang yang menarik dan menarik perhatianmu. Namun, penting untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait hubungan asmara.



Gemini Selengkapnya