Syekh Ahmad Khatib Imam Besar di Makkah dari Indonesia, Guru KH Hasyim Asy'ari

"Syekh Ahmad Khatib adalah salah satu ulama besar Indonesia yang mendunia. "

Life | 20 January 2023, 18:03
Syekh Ahmad Khatib Imam Besar di Makkah dari Indonesia, Guru KH Hasyim Asy'ari

Daun.id - Salah satu ulama besar Indonesia yang mendunia adalah Syekh Ahmad Khatib atau Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Peranya dalam Islam cukup besar, yaitu menjadi imam besar di Mekkah dan menjadi guru dari para tokoh-tokoh besar Islam di Indonesia seperti Hadrotus Syekh Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan.
Daun.id

istimewa

Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi bin Abdul Lathif bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Aziz al-Khathib atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi lahir pada hari Senin 6 Dzulhijjah 1276 H (1860 Masehi) di Koto Tuo, Balai Gurah, IV Angkek, Agam, Sumatera Barat. Ia merupakan putra Abdul Lathif yang berasal dari Koto Gadang dengan Limbak Urai binti Tuanku Nan Rancak. Namun beberapa sumber lain memberikan keterangan yang berbeda, Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dijelaskan lahir tahun antara tahun 1860, 1852, dan 1855.

Kakeknya adalah KH. Abdullah merupakan seorang ulama di daerahnya. Oleh masyarakat Koto Gadang, Abdullah ditunjuk sebagai Imam dan khathib. Dan sejak itulah gelar Khatib Nagari melekat dibelakang namanya yang kemudian berlanjut ke keturunannya di kemudian hari.


Pendidikan Syekh Ahmad Khatib Al Miangkabawi

Ketika masih di tanah kelahirannya, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi sempat mengenyam pendidikan formal, yaitu pendidikan dasar dan berlanjut ke Sekolah Raja atau Kweekschool yang tamat tahun 1871 M. Selain itu, Ahmad Khatib ketika itu juga mempelajari mabadi’ (dasar-dasar) ilmu agama dan menghafal Al Qur'an dari sang ayah, Syekh Abdul Lathif. 

Pada tahun 1287 H, Ahmad kecil diajak oleh sang ayah, Abdul Lathif, ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Setelah rangkaian ibadah haji selesai ditunaikan, Abdullah kembali ke Sumatera Barat sementara Ahmad Khatib tetap tinggal di Mekkah untuk menyelesaikan hafalan Al-Qurannya dan menuntut ilmu dari para ulama-ulama Mekkah terutama yang mengajar di Masjidil Haram.


Murid Murid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi

Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi adalah ulama besar yang menguasai banyak ilmu, yaitu ilmu fiqih, sejarah, aljabar, ilmu falak, ilmu hitung, dan ilmu ukur (geometri). Selain karena keilmuan dan kealiman yang dimiliki oleh Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ia juga dikenal sebagai ulama yang sangat peduli terhadap pendidikan para murid-murid yang belajar kepadanya. 

Hal itulah yang menyebabkan, murid-murid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi menjadi tokoh-tokoh, ulama, kiai-kiai yang berpengaruh di lingkungan masyarakatnya. Ada banyak murid sekali murid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, dan sebagian besar adalah ulama Indonesia yang berperan dalam pergerakan Islam di Indonesia.

Muridnya adalah KH Ahmad Dahlan yang pada tahun 1890 berangkat ke Mekkah dan belajar agama Islam selama setahun, dan KH Ahmad Dahlan berangkat lagi ke Mekkah pada tahun 1913 yang tinggal selama dua tahun. KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah yang hingga kini menjadi organisasi berpenaruh di Indonesia, sementara KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama. 

Selain dua pendiri organisasi besar itu, masih banyak lagi murid dari Syekh Ahmad Khatib Al Miangkabawi. Dilansir dari laduni.id, berikut ini adalah beberapa murid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi: 

  1. Syekh Abdul Karim bin Amrullah rahimahullah, ayah Ustadz Hamka atau Buya Hamka. Seorang ulama kharismatik yang memiliki pengaruh kuat di ranah Minang dan Indonesia. Di antara karya tulisnya adalah Al Qaulush Shahih yang membicarakan tentang nabi terakhir dan membantah paham adanya nabi baru setelah Nabi Muhammad terutama pengikut Mirza Ghulam Ahmad Al Qadiyani.
  2. KH. Abdul Halim Majalengka rahimahullah, pendiri Jam’iyyah I’anatul Mubta’allimin yang bekerja sama dengan Jam’iyyah Khairiyyah dan Al-Irsyad
  3. Syekh Abdurrahman Shiddiq bin Muhammad ‘Afif Al Banjarirahimahullah, mufti Kerajaan Indragiri
  4. Muhammad Thaib ‘Umar
  5. KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU)
  6. KH. Ahmad Dahlan, pendiri Jam’iyyah Muhammadiyyah.
  7. Syekh Muhammad Jamil Jambek, Bukittinggi
  8. Syekh Sulaiman Ar-Rasuli, Candung, Bukittinggi
  9. Syekh Muhammad Jamil Jaho Padang Panjang
  10. Syekh Abbas Qadhi Ladang Lawas Bukittinggi
  11. Syekh Abbas Abdullah Padang Japang Suliki
  12. Syekh Khatib Ali Padang
  13. KH. Abbas Djamil Buntet
  14. Syekh Ibrahim Musa Parabek
  15. Syekh Mustafa Husein, Purba Baru, Mandailing
  16. Syekh Hasan Maksum, Medan

(m. taufik naufal/nf)


Artikel Pilihan

home    LIFE       NEWS       SHOWBIZ       TECH   

JADWAL SHOLAT HARI INI

SELASA, 31 JANUARI 2023 (JAKARTA PUSAT)
IMSYAK 04:25 SUBUH 04:35 DUHA 06:17 ZUHUR 12:08
ASHAR 15:29 MAGHRIB 18:19 ISYA 19:32  

Daun Media Network