Contoh Karya Ilmiah Sederhana, Ketahui Struktur Penulisannya

"Tulis karya ilmiah yang sesuai pedoman."

Life | 03 March 2023, 15:06
Contoh Karya Ilmiah Sederhana, Ketahui Struktur Penulisannya

Karya Ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang memiliki informasi, penjelasan, atau hasil penelitian yang didasarkan pada fakta, data, dan argumentasi yang valid. Karya ilmiah umumnya diciptakan guna memperluas pengetahuan dan pemahaman mengenai suatu topik atau fenomena yang telah ada. Karya ilmiah juga harus memenuhi kriteria keilmuan, yakni harus berdasarkan pada metode ilmiah, memakai bahasa yang jelas dan tepat, serta mempunyai pemakaian referensi yang benar.

Contoh karya ilmiah seperti halnya skripsi, tesis, disertasi, jurnal ilmiah, buku teks, atau makalah ilmiah. Karya ilmiah dapat dibuat dalam berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sosial, ilmu alam, teknik, kedokteran, atau seni dan humaniora. Tujuan utama dari karya ilmiah adalah untuk memperluas pengetahuan dan memperbaiki pemahaman tentang suatu fenomena, serta memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara umum.

Ciri-ciri karya ilmiah
Daun.id

Sumber: Pexels.com

Karya Ilmiah juga mempunyai beberapa ciri-ciri sebagai berikut ini:

- Argumentasi teori harus relevan.
- Ditulis dengan penalaran yang logis.
- Penulisannya sistematis dan terstruktur.
- Menghubungkan argumentasi empiris dengan teoretis.
- Didukung oleh data objektif yang telah teruji kebenarannya.

Struktur karya ilmiah
Daun.id

Sumber: Pexels.com

Struktur karya tulis ilmiah tidak mempunyai aturan yang baku. Hal ini tergantung dari jenis karya ilmiah yang akan ditulis. Dikutip dari buku Penulisan Karya Ilmiah oleh Dra. Zulmiyetri, M.Pd., struktur karya ilmiah yang biasa dipakai seperti:

1. Halaman judul

Halaman judul merupakan halaman pertama pada karya tulis ilmiah yang berisi judul, logo, nama penyusun/identitas, nama instansi, nama kota instansi berada, dan tahun penyusunan.

2. Abstrak

Abstrak merupakan suatu ringkasan karya tulis ilmiah yang mempunyai sebanyak 250 sampai 400 kata. Adapun isinya terdiri atas latar belakang, metode penelitian sampai hasil penelitian.

3. Pendahuluan

Pendahulan menjadi bab 1 dalam karya tulis ilmiah, meliputi latar belakang masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

- Latar belakang masalah

Latar belakang masalah ialah penjelasan alur pikir mengenai kesenjangan atau permasalahan penelitian. Sebelum menulis latar belakang, kamu harus memikirkan kejadian dan seberapa penting hal tersebut.

- Rumusan masalah

Dengan latar belakang itu, kamu bisa menulis rumusan masalah yang akan diselesaikan. Dengan melakukan pertimbangan keterbatasan dana, tenaga dan waktu, harus dilakukan pembatasan masalah sebab tidak semua masalah bisa dijadikan penelitian.

- Tujuan penelitian

Dengan rumusan masalah itu, kamu akan mengethaui tujuan dari sebuah penelitian. Maka, tujuan penelitian ditulis sebagai kalimat pernyataan dari rumusan masalah.

- Manfaat penelitian

Manfaat penelitian harus dilihat dari berbagai sudut pandang. Contohnya, manfaat untuk penulis, instansi terkait, dan pengembangan ilmu.

4. Kerangka teori

Kerangka teori umumnya meliputi deskripsi teori, telaah penelitian sebelumnya, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian.

5. Metode penelitian

Dalam metode penelitian dijabarkan lebih rinci tentang cara penelitian yang hendak dilakukan. Metode penelitian dibagi menjadi beberapa sub bab, mencakup:

- Definisi Operasional Variabel (DOV)

Saat menjabarkan DOV kamu harus mengetahui variabel bebas dan variabel terikat. Di sisi lain, tambahkan juga sub-variabel, indikator dan teori yang dapat mendukung.

- Populasi dan sampel

Ketika menentukan populasi harus dijelaskan berapa cakupan populasi penelitian, apakah dapat ditentukan atau jumlah tidak terhingga. Di sisi lain, sampel merupakan bagian dari populasi yang dapat dicari memakai teknik pengambilan sampel.

- Jenis dan sumber data

Di bagian ini, uraikan data yang dipakai dalam penelitian. Seperti halnya, wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi.

- Teknik analisis data

Dalam bagian ini tulisa lebih rinci teknik analisis yang hendak dipakai. Seperti, analisis deskriptif atau analisis inferensial.

6. Hasil pembahasan

- Gambaran umum

Bagian ini menjabarkan gambaran umum mengenai topik atau lokasi penelitian.

- Hasil penelitian

Pada bagian ini menguraikan lebih detail tentang temuan yang didapatkan. Seperti halnya, hasil observasi, wawancara atau kuisioner.

- Uji hipotesis

Uji hipotesis merupakan langkah dalam menguji pernyataan secara statistik dan guna menarik kesimpulan, apakah pernyataan itu diterima atau ditolak.

7. Penutup

Penutup merupakan bagian paling akhir dari karya tulis ilmiah. Umumnya mencakup dua hal, yakni:

- Kesimpulan

Simpulan merupakan ringkasan dari hasil penelitian. Simpulan ini perlu ditulis sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

- Saran

Saran merupakan rekomendasi atau dari peneliti kepada pihak guna memperbaiki masalah terhadap penelitian.

8. Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah sumber yang digunakan sebagai bahan penelitian seperti jurnal, buku hingga skripsi.

Contoh Karya Ilmiah Sederhana
Daun.id

Sumber: Pexels.com

Judul: Manfaat Daun Kelor sebagai Sumber Nutrisi dan Kesehatan

Pendahuluan:
Latar Belakang: Daun kelor dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan kandungan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi manfaat kesehatan dan nutrisi dari daun kelor.
Tujuan Penelitian: Menganalisis manfaat kesehatan dan nutrisi dari daun kelor.
Rumusan Masalah: Apa manfaat kesehatan dan nutrisi dari daun kelor?
Hipotesis: Daun kelor memiliki manfaat kesehatan dan nutrisi yang tinggi.

Tinjauan Pustaka:

Definisi Daun Kelor: menjelaskan apa itu daun kelor dan karakteristiknya
Kandungan Nutrisi Daun Kelor: menjelaskan kandungan nutrisi dan senyawa kimia yang terdapat pada daun kelor
Manfaat Kesehatan Daun Kelor: menjelaskan manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh

Metodologi:

Alat dan Bahan: Menggunakan daun kelor segar yang diperoleh dari kebun sekitar rumah, alat pencacah, pengukur skala gram, dan alat uji kandungan nutrisi.
Prosedur: Daun kelor dicuci dan diambil bagian daunnya. Kemudian daun kelor dicacah halus. Hasil cacahan daun kelor diukur dan dihitung kandungan nutrisinya menggunakan alat uji.

Hasil dan Pembahasan:

Hasil Penelitian: Daun kelor memiliki kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin C, dan kalsium yang cukup tinggi.
Pembahasan: Berdasarkan hasil penelitian, daun kelor memiliki manfaat kesehatan dan nutrisi yang sangat baik, terutama dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperbaiki kesehatan tulang dan gigi, mengurangi risiko diabetes, serta membantu mengatasi masalah kulit dan rambut.
Kesimpulan: Daun kelor memiliki manfaat kesehatan dan nutrisi yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai sumber nutrisi yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Daftar Pustaka:

Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A. H. (2007). Moringa oleifera: a food plant with multiple medicinal uses. Phytotherapy Research, 21(1), 17-25.
Fuglie, L. J. (2001). The Miracle Tree: Moringa oleifera: Natural Nutrition for the Tropics. CTA Publication, Wageningen, Netherlands.

(pravita windi an/nn)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan kamu akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang baik dan saling pengertian akan menjadi kunci untuk menjaga hubunganmu tetap harmonis. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu kepada pasanganmu.



Gemini Selengkapnya