Kapan Membaca Doa Qunut saat Tarawih? Berikut Penjelasannya

"Berikut Penjelasannya"

Life | 26 March 2023, 08:30
Kapan Membaca Doa Qunut saat Tarawih? Berikut Penjelasannya

Qunut adalah doa yang diucapkan sambil berdiri tegak dalam Islam yang hukumnya sunnah. Yang biasanya dibaca pada saat mendirikan sholat shubuh. Dan dilakukan pada rakaat kedua setelah gerakan ruku dan membaca doa itidal.

Kemudian yang dimaksud dengan qunut witir ialah di separuh terakhir Ramadan biasanya umat muslim membaca doa qunut witir pada rakaat terakhir sholat witir yang dilakukan setelah sholat Tarawih.

Berdasarkan riwayat Ali bin abi Thalib, bahwasanya Nabi Muhammad Saw tidak membaca qunut witir kecuali pertengahan akhir Ramadan. Qunut tersebut dibaca setelah ruku.

Juga menurut Imam al-Baihaqi dalam Ma’rifatus Sunan wal Atsar menegaskan bahwa Imam asy-Syafi’i menganjurkan pembacaan doa qunut ini, pada rakaat terakhir salat witir setelah Tarawih.

Doa Qunut ini dibaca setelah ruku atau pada saat i'tidal sebelum melakukan gerakan selanjutnya, yakni sujud.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar, bahwa ulama kalangan madzhab Syafi’i menganjurkan pembacaan doa Qunut saat witir dilakukan di separuh terakhir bulan Ramadan. Di dalam buku Fiqih Sunnah Jilid I karya Sayyid Sabiq, sebuah riwayat dari Abu Dawud bahwa Umar bin Khatab mengumpulkan umat muslim untuk mengerjakan salat yang bermakmum kepada Ubai bin Ka'ab.

Ubai mengerjakan salat bersama mereka selama dua puluh malam tanpa membaca doa Qunut, kecuali pada separuh terakhir bulan Ramadan.

Hal ini juga pernah diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr, bahwa dirinya bertanya kepada Saad bin Jubair berkata "Pada waktu ketika Umar bin Khatab mengutus pasukan muslimin. Pasukan itu dalam kondisi yang sulit hingga Umar merasa khawatir. Umar membaca doa Qunut pada separuh waktu yang terakhir bulan Ramadan."

Mengenai bacaan doa qunut witir seperti doa qunut pada umumnya. Sebagai berikut:
Daun.id

pixabay

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam”

Artinya: “Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

(alvain shinta/n)


Rekomendasi untuk Anda

Berita Terbaru


Zodiak Gemini Hari Ini

Percintaan

Pada bulan Mei 2024, hubungan percintaan kamu akan mengalami beberapa tantangan. Komunikasi yang baik dan saling pengertian akan menjadi kunci untuk menjaga hubunganmu tetap harmonis. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaanmu kepada pasanganmu.



Gemini Selengkapnya